Monday, January 16, 2012

Trial #2: Toilet Training

Toilet Training (TT) atau latihan pipis di toilet ini sesungguhnya sudah lama ingin saya lakukan, tapi belum kesampaian karena banyak alasan. Belakangan feeling saya bilang, kalau Matteo sepertinya sudah siap dan bisa dimulai. 

Saya belikan Matteo celana dalam gambar kartun 5 biji sebagai permulaan. murah cuma 6500/biji. sengaja gak beli training pants, karena selain harganya mahal, menurut saya yang namanya TT itu melatih kepekaan anak supaya terbiasa/risih dengan celananya yang basah. sementara kalau training pants justru masih punya daya serap yang menampung 1-2x pipis (tergantung pipis anak). jadi apa bedanya dengan clodi kalau gitu? Lagi-lagi itu menurut saya. 

Hari Minggu pulang dari gereja, percobaan dimulai. Saya gantikan Matteo dengan celana dalam gambar Pooh. sambil saya bilang di depan wajahnya, "Matteo, nanti bilang mama ya kalau mau pipis. PIPIS." *sambil saya sentuh sedikit penisnya supaya dia mengerti*. 

10 menit pertama, belum sempat saya antar dia ke toilet, tiba-tiba Matteo bilang: "bacaaahh..bacaahh..mama" (basah mama). Saat itu kebetulan saya lagi mau angkat panci panas di dapur. si mbaknya yang ambil alih pegang penis Matteo. "mana ga basah kok" kata si mbak.

"Mbakk...itu Matteo mau pipis tandanya. tolong antar ke toilet buruan!" saya panik.

Benar kan. sampai di kamar mandi, Matteo berhasil ditatur pipis. Si Mbak jerit-jerit girang. "Horee Matteo bisa bu!" celana Matteo kering-aman. Saya ikutan lega.

Kedua kali juga berhasil. Berbarengan dengan saya yang ingin pipis di toilet, Matteo saya ajak. Dia berhasil berkemih. Saya makin sumringah. Ah ternyata ga sulit ya...

Begitu tidur siang, saya gelar lagi perlak waktu Matteo bayi. sambil saya cek celana dalamnya sesekali. Aman, belum basah. 

Ketika Matteo mendusin dari tidur lelapnya dan nangis dalam posisi duduk sambil minta susu, disitulah saya kecolongan. Matteo ngompol di atas kasur tanpa perlak. Ya, saking sibuknya nuang susu, saya gak fokus kalau ternyata perlaknya sudah lari dari pantat Matteo. 

Kenyang tidur siang, Matteo seperti biasa main di atas karpet sambil nonton dvd. Dan 'kecelakaan' itu terjadi tidak lama dia ngompol di kasur, pipis lagi di atas karpet.  Saya gantikan lagi celana dalamnya, sambil wanti-wanti seperti di atas. 

Beberapa kali sesudah itu, masih terjadi kebocoran. Matteo pipis dulu di celana, setelah itu baru bilang 'pipis'.

Tidak apa, nak....namanya belajar memang harus pelan-pelan. mama yakin kamu bisa. kita bisa :)