Monday, January 16, 2012

Trial #1: Sekolah main-main


Wiken ini judulnya 'Percobaan' alias Trial

Pertama, trial sekolah main-main. Jumat malam saya dapat sms yang kasih tahu kalau Matteo bisa trial sekolah main-main yang lokasinya gak jauh dari tempat kami tinggal. Sabtu paginya kita kesana. 

Sekolahnya terlihat bersih, rapi dan ventilasinya bagus. maklum bangunan baru. mainannya pun masih belum ada yang rusak atau dekil. Matteo baru datang langsung suka. Ditandai dengan begitu lihat ada perosotan, langsung lari kesana. padahal teman-temannya sudah masuk dan bermain di dalam kelas. Matteo lebih pilih main perosotan.

Setelah dirayu mama dan lihat banyak mainan di dalam kelas, Matteo mau masuk. Tapi Matteo lebih suka main bola-bola plastik 1 box besar daripada mainan sambil duduk manis. Beberapa kali Miss nya bilang, tidy up Matteo, tidy up! Matteo tetap buang-buang bola, karena dia gak ngerti bahasa inggris. haha.

Begitu box besar isi bola-bola itu ditutup. Matteo menjerit nangis. Saya pangku dia, masih tetap nangis. Sampai ketika salah satu Miss pimpin doa sebelum kelas dimulai, Matteo tetap meraung minta mainan bola plastik. Begitu juga waktu kelas dimulai dengan showing an apple, Matteo masih sesenggukan. Saya kasih susu dot, baru diam. 

satu-satunya peserta yang ngedot ckckck 

10 menit kemudian, Matteo sudah mulai bisa mengikuti kelas. walaupun cuma dia satu-satunya murid yang mimik susu dot. sementara peserta cilik yang lain (yang umurnya di bawah Matteo) mengikuti arahan Miss dengan riang gembira. oh my...

Untuk trial program Mom & I ini sebenarnya menarik. waktu belajar tidak terlalu lama. sekitar 45-60 menit. dipotong 15 menit untuk makan bekal. selain diajarkan kata-kata, menyanyi bersama, berdoa bersama, aktivitas fisik bersama (seperti merangkak di dalam lingkaran dan melempar bantal kecil isi kacang-kacangan), juga diajarkan cuci tangan di wastafel mini dan mengeringkannya dengan handuk yang digantung.

toilet seat n wastafel mini. so cute :)

Tujuan saya ajak Matteo trial sebenarnya gak muluk sih. hanya ingin Matteo bisa bersosialisasi dengan lingkungan dan teman-teman seumurannya supaya tidak cengeng dan lebih berani kalau ketemu orang :). 

Untuk bahasa pengantar inggrisnya sendiri, buat saya tidak terlalu signifikan walaupun Matteo belum mengerti komunikasi dengan bahasa inggris karena sehari-hari di rumah saya selalu pakai bahasa indonesia dengan konsisten. jadi ya trial kemaren belum sampai pada putusan final, alias masih dalam observasi apakah nantinya Matteo bakal sekolah disana.