Thursday, December 22, 2011

Jogja-Solo trip

Ini sebenarnya liburan colongan. Keluarga besar di akhir pekan ini bakal hijrah ke Solo untuk acara 1000 harian mbah kung. karena Matteo sudah bukan bayi lagi (22mos), belum pernah jalan-jalan jauh naik pesawat. Maka inilah saatnya saya menggabungkan diri. tapi baba tidak bisa ikut. sebagai gantinya saya ajak mamah mertua dan adik ipar. Mari kita liburan ala sparta!

Pelajaran pertama, berkemaslah se-efektif mungkin. Saya sudah komit, bagaimanapun semua keperluan Matteo dan saya harus muat dalam 1 koper ukuran sedang. HARUS. karena sudah saya prediksi, nantinya masih harus membawa baby carrier dan 1 tas selempang untuk keperluan darurat Matteo. Kebayang kan betapa rempongnya. Daaaannn yay! ternyata saya berhasil nyusun baju-popok-underwear-toiletries semua jadi 1 koper. *grin* 

Pelajaran kedua, jangan lupa makan dulu sebelum take-off dan bawa cemilan. untungnya Matteo nafsu makannya sudah balik normal setelah sempat sakit minggu lalu. di sela-sela menunggu jadwal terbang saya tetap menjejali mulutnya dengan segala camilan, walaupun kadang ditolaknya tapi saya pantang menyerah. lebih baik rewel di ruang tunggu daripada cranky di dalam pesawat. 

Pelajaran ketiga, tetap tenang walaupun dalam situasi panik. Kepanikan saya adalah bagaimana menghadapi Matteo yang baru pertama kali naik pesawat. gimana nanti pas take off? bakal takut gak dengar suara kencang? betah gak ya Matteo di pesawat? dan lain-lain. Semakin dipikir malah jadi stres. kuncinya adalah banyak doa, tenang dan nikmati saja. buktinya Matteo kalem aja tuh pas take-off, tentunya sambil saya kasih susu dot di mulutnya supaya kupingnya tidak sakit karena tekanan udara. 

Ujian pertama-lulus take-off tanpa nangis. next, begitu pesawat sudah terbang tenang di angkasa, Matteo minta turun lepas seat-belt dan turun berdiri di lorong pesawat. Ok baiklah. ternyata di tengah-tengah   jalan yang cuma seukuran badan itu, Matteo pup. Saya mencoba tenang sambil menunggu prosesi 'ngeden' berlangsung aman dan damai. tapi kepanikan saya cuma sebentar begitu Matteo seketika teriak ceboo..cebooo (minta cebok). oh my. angsung saya gandeng Matteo ke toilet dan baru ingat kalau yang dipakai Matteo itu adalah popok terakhir karena baru ganti di bandara sebelum masuk pesawat. *tarik nafas*.  Doa saya dalam hati sepanjang lorong cuma satu: ya tuhan semoga pupnya keras...plis..pliss....supaya tidak terlalu banyak pup yang lengket di popok dan bisa dipakai lagi. ha. :D

Puji Tuhan doa saya dijawab :) Jadi begitu si mbak pramugari melihat saya yang sibuk dengan popok di toilet yang seuprit itu, tiba-tiba dia menawarkan bantuan, "sini bu saya bantu buang popoknya"  nggg dengan setelan muka paling cool saya jawab "trimakasih mbak, ini masih mau dipake lagi, darurat soalnya" *sambil ngelap pinggir2 popok yang kena noda* dan ambil beberapa tisu untuk alas popok-dipake lagi ke Matteo. Entah apa yang ada dipikiran si mbak pramugari, saya gak peduli. hehe.

Hari pertama, kita sampai di Jogja sekitar jam 5 sore disambut hujan deras. cek-in hotel, mandi, dan makan malam atas ide seorang teman, di The House of Raminten. yang ternyata setelah dicoba rasanya biasa aja apalagi banyak menu yang kosong. Ternyata yang punya resto Raminten ini sama dengan yang punya Mirota Batik ya, pantes banyak sesajen.... Restonya sendiri irit lampu alias remang-remang, dan makanannya standar. ya standar harga, ya standar rasa. Buat saya sendiri yang hobi makan, ketika pulang dari Raminten masih pingin cari makan lagi, apadaya Jogja hujan terus malam itu. Balik ke hotel adalah keputusan yang tepat.

Hari kedua, pagi-pagi jam 0900 perut sudah diisi sarapan hotel alakadarnya. Dan seperti biasa saya males makan di hotel yang menunya gudeg lagi gudeg lagi hehe. pergilah akhirnyacari sarapan di depan mol maliobro, nemu soto ayam kampung lumayan. Matteo diajak tante dan mbahnya naik andong muterin alun-alun sementara mamanya sarapan. Setelah sarapan kelar, kita jalan-jalan sebentar di depan malioboro untuk beli sedikit oleh-oleh, baru setelah itu  kita lalu menuju Taman Pintar Jogja.

Atas nama  menghibur anak, masuklah kita ke Taman Pintar Jogja dengan HTM dewasa 15ribu, anak 8ribu. Kita masuk ke Gedung Oval-Kotak melihat segala audiovisual yang serba ilmu pengetahuan yang cocoknya sih untuk anak SD. Setelah itu masuk ke Gedung Memorabilia, dimana kita bisa pelajari sejarah Yogyakarta dan kesultanannya, termasuk pula sejarah Presiden RI dari jaman Soekarno sampai SBY.

Dari Taman Pintar, kita kelaparan dan menuju ke Jejamuran resto yang konon kabarnya hip banget karena makanan serba jamur yang enak dan gak mahal. Resto ini letaknya ke arah Sleman. dan benar ternyata, pengunjungnya rame banget, ada live music, ada kolam ikan yang bikin anak-anak hepi, WC nya bersih, makanannya enak dan murah! puaslah pokoknya.

Next, menuju rumah mbah kung di Wonogiri. 1 jam dari Solo. karena acara mendoa bakal digelar habis isya, maka kita buru-buru kesana. padahal hujan masih awet sepanjang Jogja-Solo.

Hari ketiga, pagi sampai siang kita makan bareng, ngobrol ngalor ngidul dengan saudara-saudara di tempat mbah kung sampai manggil tukang urut bayi buat Matteo dan Stefan biar tetap fit melanjutkan perjalanan balik ke Solo.

Syukurlah perjalanan dari Wonogiri ke Solo lancar. Begitu sampai Solo, kita mampir dulu ke Orion toko oleh-oleh yang terkenal dengan bolu mandarijnnya. setelah itu baru cek ini di BWP hotel jalan slamet riyadi. Puji Tuhan, hotelnya enak. bersih, luas, strategis dekat PGS, kampung batik Kauman, dan tempat jajan malam Gladag.

Sampai di hotel ternyata sudah jam 0400 sore. istirahat sebentar, mandi dan cari makan di Gladag depan PGS yang sudah tutup sejak jam 1800.. Makanan khas Solo semua ada di satu tempat ini. name it, Gudeg ceker Bu Kasno, sate kere, timlo solo, nasi liwet, sampai wedang-wedangan pun komplit. Dari hotel cuma 5 menit jalan kaki, ngelewatin patung Slamet Riyadi yang sering ditunjuk-tunjuk Matteo saking girangnya.

Hari keempat, hari terakhir liburan sebelum balik ke Jakarta. Setelah sarapan pagi di hotel yang lumayan enak, kita jalan kaki lagi ke PGS untuk cari oleh-oleh. Dapet kemeja dan piyama batik untuk Matteo, kipas batik dan dompet untuk oleh-oleh. Lanjut kita naik becak ke kampung batik Kauman, disana hanya sempat beli kaos lucu gambar mikimos batik buat Matteo karena harus segera balik ke hotel untuk cek-out, ngejar waktu ke bandara Jogja.

Sampai bandara Adi Sucipto, busett ruamenya kayak terminal kampung rambutan. untungnya masih dapet tempat duduk di ruang tunggu sambil lihat pemandangan pesawat kehujanan di luar sana. Matteo senang dan seperti biasa ngoceh-ngoceh lihat pesawat banyak. Begitu nomor pesawat kita dipanggil untuk siap-siap, eng ing eng...Matteo pup! ada apa sih dengan anak ini...tiap di bandara/pesawat pasti pup hihi.

Well, begitulah kira-kira Joga-Solo trip ala sparta :D Overall, liburan pertama ke luar kota kali ini sukses walaupun badan mama rasanya remuk, tapi Puji Tuhan semua hepi dan yang penting sehat selama liburan. Terima kasih Tuhan...

bedol desa :)