Tuesday, July 12, 2011

Cake jamur eh chiffon coklat


satu hal yang perlu disyukuri adalah Matteo belum bisa bicara lancar apalagi merangkai kata dan bertanya, "itu apa?"

jadi apapun yang saya kerjakan selama itu menyangkut keluarga (apalagi Matteo khususnya) akan saya tuliskan disini. lagi-lagi sebagai ingatan kelak suatu hari dibacanya, ditertawakan dan dilontarkannya seribu pertanyaan kepada mama seorang, yaitu saya. :)

"itu apa Ma?"

berandai-andai suatu hari Matteo menemukan gambar ini di antara deretan koleksi foto di HP dan menanyakan kepada saya.

*sambil tertawa keras dalam hati* Itu jamur, nak. eh bukan....itu chiffon cake rasa cokelat. percaya gak? dan antara percaya atau tidak Matteo sudah pasti bengong sambil menunggu cerita selanjutnya.

Jadi gini, setelah sekian lamanya tidak pernah baking karena Matteo semakin malam jam tidurnya, tercetuslah suatu ide untuk mulai buka oven lagi dengan catatan saya terlebih dulu harus ikut pura-pura tidur, lampu dimatikan, dan usap-usap Matteo supaya cepat nyenyak biar saya segera kabur ke dapur meracik bahan-bahan kue.

Rencana saya ternyata berhasil. walaupun sudah jam 9 malam, tapi saya masih fokus menimbang bahan-bahan kue yang saya contek dari dapur ini. Sambil mengaduk putih telur supaya naiknya cantik, juga waswas berharap suara mixer yang menjerit di open-air kitchen tidak menggangu tetangga sebelah terutama anaknya yang masih bayi 5 bulan. duh maafin tante ya...

Kesalahan puncaknya adalah ketika sadar kalau resep yang sudah saya mixing di baskom adonan itu tidak sebanding dengan ukuran loyang chiffon yang saya punya, karena sudah tentu oven saya ukuran mini versi ibu rumah tangga yang belum jago baking :p

Jadi itulah anakku, kenapa chiffon mama nampak seperti topi bundar goyang-goyang. Ya, karena terjadi asas pemaksaan waktu dibuatnya. sayang nih sisa adonan kalau dibuang, begitu pikir mama. Dan terpaksalah dituang semua ke dalam loyang sampai penuh. akibatnya, terjadi pemekaran adonan besar-besaran sampai nyaris gosong bagian atasnya! untung dalamnya selamat sentausa empuk rasanya.

Matteo masih tergolek pulas di kamar ketika aroma kue hampir matang mulai tercium tajam. hmmm...paling suka deh harum kue yang baru matang di oven :) wangi favorit kedua setelah bau Matteo pas bangun tidur, kecutkecut gimana gitu. hihihi.

Paginya, Matteo bangun-mandi dan sarapan. tentu saja hari ini bukan menu roti bakar gandum selai kacang atau kue cubit depan pasar, tapi chiffon coklat bikinan mama. yeay!

Ya nak, biarpun kue mama bentuknya abstrak. tapi ternyata kamu suka sekali, karena teksturnya lembuuttt....tidak terlalu manis, dan yang penting bikinan mama sendiri tidak pakai pengawet apapun. benar kan? buktinya kamu habis 1 potong besar... makasih ya nak sudah bikin mama senyum ke kantor pagi ini :)