Friday, February 12, 2010

Cerita kelahiran Matteo


Saya takut suatu hari terserang amnesia dan ketika Matteo tanya "mama, cerita dong gimana aku lahir?" tiba-tiba jidat saya berkerut tujuh dan tidak ingat sama sekali. Maka saya taruh disini sedikit cerita tentang kelahiran Matteo, supaya kelak kalau Matteo sudah besar, bisa baca sendiri atau kalau kangen mama bisa klik blog ini ya nak :)

Rabu, 10 Februari 2011

Setelah cuti seminggu dan belum ada tanda-tanda melahirkan, saya putuskan untuk ke kantor saja hari ini daripada khawatir liat si bos yang spaneng sejak saya cuti, dikit-dikit ditelepon hihihi. Lagipula hari ini jadwal cek dokter, jadi sekalianlah ke RS dulu setelah itu baru mampir ke kantor.

Di RS dokter bilang posisi janin belum turun benar, saya harus banyak jalan katanya. saya nyengir aja sambil 'lempar bodi' ke suami, "abis suami sibuk sih dok, gak ada yang nemenin..." Ternyata saya salah, harusnya jangan bilang itu, karena akibatnya saya 'disiksa' suami sendiri.

Setelah mampir ke kantor sepulangnya dari RS, saya disuruh ganti baju yang nyaman karena sore ini suami mau nemenin jalan kaki. horeee! Awalnya sih menyenangkan jalan pelan-pelan sambil lihat kesibukkan jalan pas jam pulang kantor. Sekitar 15 menit jalan kaki, keringat saya sudah bercucuran. sudah pastilah! bawa perut segede gendang gini plus siluet udel bodong yang mencuat dari balik kaos udah pasti banyak orang ngeliatin. *gak ge-er sih tapi malu* :(

Asli saya disiksa suami sendiri! katanya suruh terus jalan sampai jam abis magrib biar posisi bayinya cepat turun. huaaa tapi saya haus! dan suami gak peduli (tega ya :p) kaki sampai pegel pun tetep diantepin jalan setelah diiming-imingin nu green tea dingin! hahhaha.

Sampai rumah saya basah kuyup keringetan dan langsung mandi. saya minta dibikinin martabak mie sama suami, dan suami pun bikin dua kali saking saya kelaparan-1 porsi ga cukup! ahahah! gantian dikerjain...

Selesai makan malam, kita tidur cepat karena sama-sama kecapekan jalan kaki. Sekitar jam 2300 saya kebangun karena seperti 'pipis di celana'. Suami ikut bangun karena memang belakangan tidurnya sudah tidak nyenyak waspada takut saya tiba-tiba mules.

Setelah dicek ternyata celana dalam saya penuh lendir. Saya telfon dokter katanya suruh ke RS saja untuk diobservasi. Kita ganti baju, bawa tas travel keperluan bersalin, dan naik taxi ke RS. Karena jarak RS ke rumah yang lumayan, maka diputuskan untuk nginep saja di RS.

Perpaduan antara exciting plus gugup bikin saya gak bisa tidur. Saya pikir setelah 'pipis' di celana lalu mules dan selanjutnya persalinan. ternyataaaa... perjalanan melahirkan masih lama.


.........................................................................................


Kamis, 11 Februari 2011

Suster bilang kalau bukaan saya masih di posisi 2 dan disarankan untuk jalan bolak-balik lorong RS atau jalan di kamar. oh tidaaaakk jalan lagi??? yahh demi bukaan biar nambah, akhirnya saya bolak-balik lorong kayak orang bingung.

Jam 1200, suster cek posisi dan dengan lempengnya bilang kalau saya masih di bukaan 2. wattt??? antara gak percaya dan mau nangis rasanya. saya mau buru-buru bersalin biar gak terus-terusan jalan. saya ngantuk.

Jam 1600, suster cek dalam lagi, kali ini nambah-jadi bukaan 3. iya cuma naik 1. masih antara ngantuk, takut, kesal saya tetap terus berdoa minta supaya diberi mules segera.

Jam 1700, papa-mama dan suami menemani saya berdoa bersama. doa saya dikabulkan. selama doa berlangsung tiba-tiba saya mules hebat. aduhh itu rasanya asik banget. mulesnya hilang timbul gitu huhuhu. begitu mules hilang saya komatkamit minta diberi kelancaran proses bersalin normal, dan kekuatan karena kondisi saya yang ngantuk berat akibat ga bisa tidur semalaman.

Jam 1710, pecah ketuban. saya digiring ke ruang operasi. nafas gak beraturan. rumus nafas yang baik dan benar tiba-tiba hilang dari kepala. kata suster sudah bukaan 7. suster telfon dokter yang katanya sudah di jalan mau jemput anaknya di sekolah. sambil menunggu dokter datang, saya dan suami terus berdoa minta ketenangan biar saya tidak panik. Dokterrr cepatlah kau dataaanggg...

Jam 1735, dokter datang. tapi saya sudah gak tahan ingin mengejan. muleeessnyaaa luar biasa. suster kasih visualisasi cara pernapasan yang benar. dan kadang-kadang saya gagal bukannya tarik napas malah mengejan. hwaaaaaa bubar semua pelajaran bernafas selama di kelas senam hamil dulu. fiuh.

Semua peralatan sudah siap. suster dua di kiri-kanan saya selalu mengingatkan untuk atur nafas dan dokter yang kasih aba-aba kapan harus mengejan. seingat saya, saya hanya mengejan 3 kali tarikan dan......

Jam 1745, Matteo lahir. lengkap. sehat. PUJI TUHAN. Suster bilang proses persalinan saya termasuk cepat dan lancar. kata suster "wah ibu hebat ngedennya kuat, pinter berarti pelajaran senam hamilnya kepake". saya cuma meringis. entah berapa jahitan nantinya. terserah. saya pasrah.

Matteo dibersihkan dan diletakkan di atas dada saya. Perhatian saya benar-benar teralihkan, dengan Matteo yang masih merah di atas dada saya, dokter beraksi menjahit jalan lahir. Saya sendiri lumayan ngantuk luar biasa dan sepertinya semua terjadi begitu cepat.

sekitar 15 menit dokter selesai menjahit, matteo pun diambil suster untuk disinar. lalu saya disuruh istirahat tapi anehnya saya tidak bisa tidur sedikitpun karena ingat terus kejadian yang baru saja saya alami padahal saya ngantuk dan lemas kecapekan.

Malam itu kamu tidur di samping mama untuk pertama kalinya, dan mama takut mau tidurnya kebablasan gak dengar suara kamu nangis minta ASI. baba tidur pulas di sofa, capek juga menemani mama operasi, syukurlah stresnya sudah hilang.

Jadi begitu ceritanya nak..., mama bersyukur semuanya berjalan lancar, kamu terlahir lengkap dan sehat. dan kareana kami baru kali ini menyandang jabatan baru sebagai orangtua, doakan selalu ya semoga kami bisa jadi orangtua yang baik dan benar... amin.