Thursday, August 20, 2009

pinat


dokter bilang usia biji kacang dalam perutku sudah 4 minggu. kami berdua sempat gak percaya, antara kaget dan senang. kami gak mengira bisa secepat itu dipercaya untuk menjaga si kacang kecil ini yang akhirnya kami panggil 'pinat' sebagai namanya untuk sementara.

proses itu akhirnya dimulai juga. proses pemeliharaan yang membutuhkan waktu berbulan-bulan. kesabaran yang panjang, emosi yang naik-turun, nafsu makan yang hilang-timbul, badan gampang capek sampai dengan uring-uringan yang kadang tak terbendung.

minggu ke-4. dengan yakinnya aku jawab 'tidak' pertanyaan dokter yang menanyakan apakah aku mual-mual selama hamil. ada sedikit rasa senang dalam hati, ah senangnya kalau kehamilan ini ternyata tidak rewel alias 'hamil kebo' kata orang-orang. aku bisa makan apa saja.

minggu ke-5. aku salah besar!!! bukan hanya mual tapi ternyata aku tidak bisa mencium bau-bau yang menyengat. contohnya: bau masakan, tumisan bawang putih dan bumbu-bumbu lain yang dimasak dalam wajan panas. efeknya untuk sementara ini aku bermusuhan dengan bawang putih, bawang bombay, bawang goreng dan daun bawang. semua keluarga bawang aku tidak suka.

minggu ke-6. mulai sebal kalau suami masak pasta kesukaannya. karena tumisan bawang bombay lah yang membuat saya uring-uringan dan pelan-pelan mlipir ke luar rumah.

minggu ke-7. obat anti mual dari dokter sangat membantu mengurangi rasa eneg dan perut yang bisa seenaknya berputar-putar tanpa jadwal jam. bisa pagi, bisa siang, sore atau bahkan malam saat tidur.

minggu ke-8,9,10,11,12. tidak doyan pedas, masakan yang asin, dan ikan!! aneh memang. dulu ikan adalah makanan wajib. sekarang membayangkannya saja mual. sama seperti bawang bersaudara, aku gak berani menggambarkannya sedikitpun dalam pikiran.

minggu ke 13,14,15. sudah banyak orang-orang dekat yang menyadari perubahan bentuk badanku. padahal baru 3 bulan tapi kok sudah keliatan 'mengembang'. biarkan sajalah, semua demi pinat. karena pinat inilah, aku jadi rutin minum susu (walaupun cuma sekali sehari).

minggu ke 16,17. kata dokter harusnya sudah tidak mual. tapi aku masih sesekali mual dan masih minum obat. dokter berkesimpulan kemungkinan besar penyebab mual adalah maagku. dan kembali aku minum obat maag syrup dua kali sehari.

waktu USG dua hari yang lalu, pinat lucu sekali. posisinya sedang duduk dan satu tangannya terangkat ke atas seolah sedang menyapaku "hai mama". lalu setelah itu di layar tampak kepala pinat yang lebih besar dari badannya sambil dokter bilang gini, "itu otak si kecil bu, kelihatan di layar". huhuhu aku gak bisa ngomong saking terharu...