Tuesday, February 3, 2009

Yoga kembali

Oh ya. Setelah saya beberapa hari belakangan ini bolos kelas yoga dengan menyalahkan hujan pagi hari tentunya sebagai penyebab kemalasan saya. Makaaa dengan semangat resolusi 2009 yang terngiang-ngiang di kepala: tahun ini harus bisa cium lutut sendiri tanpa tekuk kaki *fiuh* dengan mata kriyip kriyip saya bangun demi yoga.

Saya sadar sepenuhnya akan kekurangan saya ini. Entah kenapa saya diciptakan untuk mempunyai kaki yang tidak bisa lurus sepenuhnya. Sehingga gaya mencium lutut sendiri ataupun mencium lantai dengan kaki terentang lurus, tak bisa saya lakukan sempurna. Kaki saya tetap bengkok! untuk masalah ini, mau tak mau saya hanya memandang tetangga sebelah dengan iri yang tanpa kesulitan apapun meliukkan punggungnya dan mencium lututnya dengan anggun. Hmm sungguh bikin iri.

Kadang saya bingung harus menyalahkan siapa. apa mungkin asupan susu saya kurang kali ya waktu kecil dulu sehingga tulang tidak bisa lentur.. Saya sih yakin ini cuma masalah 'lack of practise makes perfect' aja. Dan salahkan saya yang malas exercise.


Oke back to yoga. Latihan pagi ini adalah: shoulders stand.


Sebagai member regular alias member yang sering datang tapi tak ada kemajuan, maka saya bertekad untuk gaya yang satu ini saya harus bisa! *telanjur gelar karpet di barisan depan-malu kalo sampe ga bisa huhuhu*

Semua peserta, termasuk saya, mulai siap-siap menarik yoga mat ke arah dinding kaca. Lalu setelah arahan dari instruktur yang melipat-lipat kaki dan badannya dengan lentur sempurna, berikutnya giliran kita suruh coba.

Yak. satu per satu tetangga sebelah menaikkan kaki dengan semangat. Kepala di lantai, kaki menjulang ke atap. Saya juga.

Buk. buk. buk. satu persatu kaki tetangga tumbang. Kata mas instruktur, kuncinya ada di otot perut yang bisa menjaga keseimbangan badan.

Kalau cium lutut gagal, moso gaya gini aja ga bisa? *cambuk saya dalam hati*

satu, dua, tiga, kaki saya angkat dua-duanya seperti melayang di udara. Berhasil? ya cuma saya satu-satunya yang berhasil lulus gaya shoulders stand. Bukan sulap bukan sihir, pinggang pun terasa melintir..

Saya belajar dari kelas yoga pagi ini, know your body is more important than envy your classmates' flexibility.

jadi mulai hari ini, ga mau sok sok-an lagi.