Thursday, January 29, 2009

Pulau sikuai


Awalnya serba tak disengaja. Sekedar iseng mengunjungi web maskapai penerbangan air asia. Lalu pundung kecewa karena harga tiket ke bali yang aduhai menguras tabungan kalau seandainya saja diwujudkan pergi kesana.

Entah ide siapa yang duluan, tercetuslah usulan berlibur ke pulau sikuai. Kebetulah harga tiket pesawat ke Padang sesuai dengan dana liburan. Jadilah saya buking tiket ke padang yang harganya setengah dari harga tiket ke bali. cihuy!

Berangkatlah kita dengan kondisi sehat gembira pas hari ketiga sebelum Imlek kemarin. Cuma satu doa kita eh banyak ternyata: semoga cuaca cerah, semoga ga ujan, semoga ombaknya ga jahat, semoga penyebrangan ke pulau lancar, dan semoga semoga lainnya mengingat cuaca di Jakarta yang amat sangat melankolis. Sebentar mendunglah, trus hujan ga pake ancang-ancanglah, tiba-tiba banjirlah. Apalagi setelah sadar kalau ternyata tanggal liburan kita mendekati Imlek, cuaca pasti lagi cengeng-cengengnya.

Syukurlah ternyata Dewi Fortuna masih di pihak kita, thank God kita dikasih cuaca panas, awan cerah, langit biru, angin sepoi-sepoi. Berbekal perasaan senang campur penasaran kita pun menyeberang pulau yang katanya cantik itu.



Ternyata benar! dari jauh sudah terlihat kecantikannya. Baru sebentar saja bibir kapal mencium dermaga, kaki-kaki ini rasanya tak sabar ingin berlari menginjak-injak pasir putih yang lembuuuuttt itu.

Seketika saya jatuh cinta melihat pulau itu. Tepian pulau yang berlekuk-lekuk, Air yang biru muda transparan, ikan-ikan kecil terlihat jelas dari pinggir pantai, seperti mencelup kaki di akuarium besar! jernihnya menakjubkan.

Jam 12 siang teng kita sudah check in di kamar masing-masing. Kamarnya asik. Dari balkon depan pintu kamar bisa kelihatan langsung pantainya yang biru lembut seperti sedan menari dan mengajak bermain. Sempet ragu terpikir ingin menceburkan diri di tengah panasnya sengatan matahari. Tapi ternyata teman-teman lain berpikiran sama: berenang yuk!. Tanpa dua kali ajakan, tau-tau kita sudah berganti baju renang.

Well i'll tell u somethin', am not into beach actually. Agak merinding liat lautan lepas. Terpikir gimana jika tiba-tiba hiu lewat, atau gosip tsunami kejadian beneran, kepikiran muncul mayat ngambang, bahkan memandang terlalu lama pulau diseberang bisa menimbulkan sensasi aneh sendiri: kok kayak monster ya?

Tapi anehnya pantai cantik itu membuat saya lupa dengan semua pikiran-pikiran aneh itu, saya dan teman-teman sangat menikmatinya. Walaupun kita hanya menginap semalam, jauh di dalam hati tidak ada kata menyesal. Senyum di wajah benar-benar selebar pantai. Someday kita pasti balik lagi kesini, entah kapan...